73 Tahun Merdeka.. Peluh,Tangis dan Air Mata

indonesia diraghayu 73tahun jokowi prabowo berpelukan

Assalamu'allaikum Wr Wb

Hari ini.. 17 Agustus 2018,tepat 73 Tahun Indonesia Merdeka..
Namun sudahkah kita benar-benar merdeka?

Sebuah Pertanyaan yang dapat menimbulkan banyak perdebatan.
Tapi sudah.. Cukup.
Bila mau,aku ingin menuliskan banyak hal.. membahas banyak hal.
Namun tidak.
Aku tak ingin larut dalam permusuhan,perdebatan,ataupun kekacauan lainnya.

Aku hanya dapat mengutarakan harapan.
Harapan-harapan sederhana namun sulit untuk diwujudkan.

Membayangkan bahwa itu akan terwujud-pun sudah tidak memungkinkan.
Pada masa ini,ketika Indonesia sudah genap 73 tahun merdeka.

Ada banyak hal yang sangat menyedihkan.
da banyak hal yang sangat mengecewakan, menyedihkan ,memalukan.

Maafkan kami wahai para pahlawan.
Darahmu ,Hartamu bahkan nyawa dan kebahagiaanmu sudah engkau pertaruhkan.
Engkau mati demi satu hal yang disebut kemerdekaan.

Namun benarkah? benarkah Indonesia sudah merdeka?

Ya.. lagi-lagi , sebuah pertanyaan yang dapat menimbulkan banyak pro kontra.
Para pahlawan sudah membuat negeri ini merdeka dari para penjajah.
Namun tidak dengan kita ,kita membuat negeri ini tidak merdeka dari ulah kita sendiri.

Negeri ini masih tersakiti.
Negeri ini masih tertindas.
Negeri ini masih terbelenggu.
Negeri ini masih belum bebas.
Negeri ini saat ini sekarat, diujung tombak menuju kematian.
Dan semua itu disebabkan oleh rakyatnya sendiri.

Aku harap kalian yang membaca tulisanku ini dapat mengerti dengan baik.
Dapat memahami tulisanku ini dengan benar.

Karna apa? Karna kebiasaan kita yang tak peduli, tak memahami sesuatu dengan baik,melihat sesuatu hanya sebagian lalu membuat kesimpulan yang tak dapat dipertanggung jawabkan.

Isu, Hoax,Diskriminasi, Fitnah dan hal keji lainnya.
Itulah yang selalu kita lakukan.

Sadarkah ? Lihatlah !! Bahkan dua sahabat yang dulu selalu bersama-pun kini sudah berselisih paham.
Saling tuduh,saling menghardik,mencaci dan memaki.
Bahkan yang terburuk saling mencoba membunuh.

Perbedaan sudah di ujung kritis.
Perbedaan tak lagi mempersatukan.
Bhineka Tunggal Ika telah mati di generasi ini.

Mungkin memang tak semua orang , namun kebanyakan !
Memang tak semua orang di Negeri ini jahat, namun kebanyakan iya !
Menunduklah, merenunglah. Pejamkan matamu.

Dan bayangkan, apabila persatuan itu nyata.
Tak lagi ada perdebatan.
Semua orang saling berdamai.
Berjalan bersama.
Saling rangkul,berpegangan tangan.
Dengan senyuman di wajah.
Melangkah bersama menuju Indonesia yang lebih baik.

Harapku.. Tak ada lagi perdebatan.
Bila tak sepaham tak perlu saling menjatuhkan.
Tak ada lagi permusuhan.
Bila tak ingin kalah tak perlu bermusuhan.

Ingatlah ! jangan harap rakyat mengenal apa yang di sebut "sportif",bila kalian yang berada di level atas Negeri ini-pun tak mampu mencontohkan.

Tak ada lagi kecurangan.
Bila kalian tak mampu,tak bisa bahkan tak sanggup maka mengaku saja, jangan kecewakan amanah rakyat.

Tak ada lagi korupsi.
Bila polisi dapat menangani korupsi maka bubarkan KPK, namun bila lembaga khusus seperti KPK dibutuhkan maka tolong ! jangan hambat atau bahkan menghalangi tugas dari KPK !.

Tak ada lagi pejabat bodoh yang tugasnya sendiri saja tak paham.
Yang melanggar aturan sebagai pejabat,yang tak mampu mensejahterakan rakyat.

Tak ada lagi kebohongan.
Bila kalian gagal maka katakan gagal,tak perlu membohongi rakyat,kami tidaklah bodoh.

Tak ada lagi bagi kekuasaan.
Entah dengan keluarga sendiri,atau dengan koalisi partai kalian berasal,maupun para pendukung dan penjilat.
Letakkan ahlinya pada setiap bidang.

Tak ada Penjualan aset.
Percuma kalian menjual aset dengan alasan hanya menimbulkan kerugian.
Namun setelahnya terbentuk sebuah badan yang tugasnya pun tak telalu penting dan memiliki bayaran yang fantastis.

Lalu apa alasan kalian menjual aset-aset strategis? bila akhirnya masih saja berhutang.

Bukan tentang jumlah hutang.
Tapi coba pikirkan,kalau anda membuat rumah dengan uang hutang.
Lalu ketika rumah sudah jadi, anda jual rumah tersebut dan seterusnya seperti itu.
Lalu ketika anda ingin menempati salah satu rumah anda harus membayar sewa kepada pemilik rumah.
Apakah anda yakin itu "lumrah" ?

Tak ada lagi pencabutan subsidi.
Bukan tidak memperdulikan sodara kami yang jauh disana.
Namun bila memang pintar? Apakah alasan subsidi dicabut untuk meringankan sodara kami yang jauh di timur.
Lalu apa alasan harga pangan tak bisa stabil?
Lalu kenapa hutang semakin membengkak? Dan banyak hal lagi..

Andai diumpamakan.. Perbandingan untung dan rugi yang kita dapatan saat ini adalah 3 : 7 .
Kita lebih banyak merugi,namun kita tutup mata.

Kurasa cukup sekian dariku.
Harapku.. pesanku dapat kalian pahami.
Dan bila kalian tak setuju dengan kata-kataku. Temui aku,bicarakan denganku.
Mari berbincang sambil menikmati secangkir kopi.
Karna sejak saat ini, aku sangat benci dengan jagoan dunia maya.
Hanya mampu mengaum dalam dunia yang tak nyata.

Wassalamu'allaikum Wr Wb

0 Response to "73 Tahun Merdeka.. Peluh,Tangis dan Air Mata"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel