Puisi, Sajak, Sedih dan Wira Nagara

puisis sajak sedih dan wira nagara

Assalamu'allaikum Wr Wb

Hello,ketemu lagi di blog ini.
Kali ini aku akan membahas tentang " Puisi, Sajak, Sedih dan Wiranagara "

Puisi, Sajak

Disini aku tidak akan menjelaskan tentang apa itu Puisi,dan apa itu Sajak.
Aku akan lebih banyak bercerita tentang pengalaman hidupku yang berkaitan dengan Puisi dan Sajak.
Dulu saat masih SD, Aku paling takut apabila harus maju di depan kelas.
Membaca Puisi,bernyanyi ataupun hal lainnya yang membuatku bersuara di depan kelas.
Aku takut salah,aku pemalu,aku nerveous,aku pecundang.
Mungkin itu kata-kata yang dapat menggambarkan keadaanku saat itu.

Lalu kapan aku mulai menyukai Puisi dan Sajak?

Aku " Benar-benar " menyukai Puisi dan Sajak mungkin 1 Tahun lalu.
Walau sebenarnya mulai tertarik sudah sejak 2 Tahun lalu saat aku mulai terpikat dengan materi Stand Up Wira Nagara.
Jujur saja aku tidak paham secara detail Perbedaan antara Puisi dan Sajak,itulah kenapa diawal tadi aku menekankan bahwa tidak akan membahas tentang pengertian Puisi dan Sajak .
Karna aku takut salah dan membuat ke salah pahaman.

Dan bagiku sendiri,yang terpenting adalah menulis.
Entah apa yang aku tulis.
Selama itu tidak merugikan,dan selama itu positif,entah itu Puisi atau Sajak.

Karna apa yang ku tulis adalah apa yang ku pikirkan dan apa yang ku rasakan.
Dan aku tidak peduli itu bagus atau jelek bagi orang lain .
Selama aku suka untuk menulis hal terserbut, maka aku akan tetap menulis.

Sedih

Sedih adalah titik dimana kreativitas ku berkembang.

Ya benar,anda tidak salah membaca.
Ketika sedih,aku akan terjatuh,bahkan sampai ke titik terendah hidup,merasa bahwa setiap hal dalam hidupku seakan buruk,bagaikan langit mendung tanpa ada sekali-pun cahaya pelangi.
Mungkin itu salah satu bagian dari sisi buruk diriku.
Bukan karna lemah, tapi itulah karakter diriku.

Lalu kenapa kreativitasku bisa berkembang?

Ketika sedang sedih,aku akan mencari berbagai cara untuk melupakan kesedihanku.
Termasuk untuk membuktikan bahwa tidak ada hal yang dapat membuatku terpuruk.
Tak peduli apa yang membuatku terjatuh,atau lumpuh sekalipun.
Aku akan tetap berusaha bangkit,dan menjadi lebih baik lagi.
Itulah sebabnya,ketika aku mulai mengalami hal tersebut,ambisiku untuk menjadi lebih baik lagi-pun bangkit.
Menggebu-gebu,bahkan aku akan berusaha mati-matian untuk memperbaiki keadaan.
Banyak hal yang sudah ku lakukan, kembangkan dan ku capai dari kesedihan tersebut.
Dan itu semua juga yang telah membuat ku bisa menikmati kesedihan.

Ya.. " Menikmati kesedihan " Mungkin terlihat membingungkan,tapi bagiku .. Kesedihan adalah anugerah Tuhan, dimana dari situ aku dapat berubah menjadi lebih baik lagi dari sebelumnya.

Wira Nagara

Wira Nagara adalah seorang Comic atau Stand Up Comedian asal Banjarnegara , Jawa Tengah.
Dia juga lulusan Universitas Jendral Soedirman Fakultas Pertanian.
Pertama kali aku mengenal Wira Nagara kalau tidak salah 2 Tahun lalu.
Itupun dari YouTube, kebetulan saat itu ada lomba Stand Up di sekolahku, lalu aku ditunjuk untuk mewakili kelasku dalam lomba tersebut.

Satu minggu aku mencari inspirasi untuk merangkai materi,streaming youtube-pun akhirnya membawaku pada kumpulan video stand up Wira Nagara, lalu terhanyut ke Channel YouTube miliknya, dimana banyak rangkaian kata yang membuatku tertawa, tersenyum.. seakan aku dan dia berbagi rasa yang sama.

Dan sejak saat itulah aku mulai tertarik dengan Puisi dan Sajak.
Dan sekitar 3 Bulan lalu atau mungkin lebih.
Akhirnya aku menemukan buku karya Wira Nagara yang berjudul Distilasi Alkena.
Saya menemukan Buku tersebut di Gramedia Rita Supermall Purwokerto.
Itupun tinggal satu-satunya dan sudah di dalam Rak bawah.

Dan dalam 2 hari akhirnya aku selesai membaca isi buku tersebut.
Bisa ku gambarkan bahwa buku tersebut berisi semua hal yang ada dibenak para lelaki.
Dimana selama ini dianggap sebagai makhluk kuat. Namun dari buku tersebut dapat kalian para wanita pahami,bahwa kami para lelaki pun pernah terjatuh dalam sedih.
Terlarut dalam sendu.
Tersudut oleh rindu.
Alay ya? Ceritanya ikut-ikutan Wira Nagara ehehe..
Pada intinya, setiap manusia dapat berubah.
Dan jangan pernah terpuruk ketika kalian terjatuh.
Percayalah, Selalu ada cahaya dalam gelap. 
Raihlah cahaya tersebut, walau hanya seberkas kecil.
Karna dari situ, cahaya tersebut akan menerangi kita dari gelapnya hidup.
Dan menuntun kita keluar dari gelap itu.

Sekian tulisan ku kali ini. Ingatlah , ada 1001 alasan untukmu tersenyum.

Wassalamu'allaikum Wr Wb 

0 Response to "Puisi, Sajak, Sedih dan Wira Nagara"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel