Hidup sendiri , hadirnya sosok kakak #MerantauStory4

Hidup sendiri , hadirnya sosok kakak #MerantauStory4

Assalamu'allaikum Wr Wb

Hay, balik lagi di Dirga.id ..

Kali ini aku akan bercerita tentang rasanya hidup sendiri , mungkin apa yang aku ceritakan ini akan sama seperti yang dialami oleh kalian para anak kost,merantau,atau intinya tidak tinggal bersama orang tua maupun sanak saudara.

Aku

Aku adalah anak pertama dari empat bersaudara.
Atau dalam kata lain aku adalah kakak dari tiga adik.
Hidup sebagai kakak, mengurus dan bertanggung jawab menjaga adik.
Membuatku terkadang terfikir andai saja aku punya seorang kakak.
Namun aku sadar itu tidak mungkin, tidak mungkin ibuku melahirkan kakak untukku.
Hidup Sendiri Hidup sendiri itu antara seneng dan ngga seneng.
Seneng sedikit,ngga senengnya banyak.
Tapi entah kenapa, aku nyaman tinggal sendiri ,seperti tidak terlalu menjadi beban atau apapun itu. 

Sudah Baca? : Kegiatanku di hari minggu , kenapa selalu mudik ? #MerantauStory3

Mungkin karna sudah terbiasa ,dari kecil aku sudah terbiasa hidup hanya dengan nenekku.
Tak jarang juga aku dirumah sendirian dari pagi hingga sore.
Ya.. Dari kecil aku sudah terbiasa dengan hal tersebut, dan mungkin itu juga yang sekarang membuatku terbiasa hidup sendiri.
Namun,saat aku hidup sendiri.. maka sejak saat itu juga sudah tidak ada lagi yang menyiapkan makan,aku harus mencari sendiri,tak jarang aku hanya mampu membeli mie instan.
Ketahuilah.. aku itu hidup sendiri,cari makan sendiri,cari uang sendiri,aku akui masih ada bantuan uang dari ibuku,namun bukan berarti itu membuat aku menjadi bebas membeli apapun,aku tetap harus menghemat uang,dan aku tak jarang pula sarapan hanya minum kopi,tak makan siang dan uang makan siang dari kantor ku belikan makanan untuk makan malam.
Jadi tolong,kalian yang ada di sekitarku saat aku hidup di purwokerto mengertilah dengan keadaanku. Bagiku uang 500 rupiah pun sangat berharga. Bahkan sampai saat ini aku masih merasa tak enak dengan mas agung.
Dia terkadang membelikan aku makan malam, dan selalu bertepatan ketika aku sedang tak punya uang,lalu sedang kelaparan bingung makan apa.

Hadirnya Sosok Kakak

Aku adalah anak pertama dari 4 bersaudara, atau aku adalah seorang anak lelaki dengan 3 adik.
Menjadi seorang kakak,membuatku kadang terfikir seandainya aku yang punya kakak.
Bila perempuan,mungkin aku akan menjadi adik yang selalu menjahili kakakku,atau menggodanya ketika ada lelaki yang mencoba mendekati kakakku.
Dan bila laki-laki,aku mungkin akan punya kakak yang bisa diajak kompromi,nakal bareng,usil bareng,dan setidaknya ada yang bisa membelaku bila terjadi sesuatu denganku.

Lalu sampai pada hari sejak aku hidup di purwokerto,aku merasakan kehadiran sosok kakak.
Ya,mas agung terasa lebih dari sekedar rekan kerja,ataupun atasanku.
Dia sudah seperti teman, bahkan kakak. Dia bukan hanya sekali atau dua kali, dia berkali-kali membelikanku makan malam,bahkan sarapan .
Sampai saat ini aku masih belum bisa membalas kebaikannya,bahkan aku tak tahu harus membalas dengan cara apa.
Kadang terpikirkan untuk membelikan atau mentraktir makan mas agung, namun dia sudah melakukan hal itu lebih banyak padaku.

Apakah pantas bila aku hanya mentraktir dia makan satu kali saja?
Entah dengan cara apa aku harus membalas kebaikannya.
Semoga saja suatu saat bisa.

Baiklah,aku rasa cukup sekian untuk kali ini , masih ada cerita #MerantauStory , akan aku lanjut di cerita selanjutnya.

Wassalamu'allaikumWr Wb

0 Response to "Hidup sendiri , hadirnya sosok kakak #MerantauStory4"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel