Bulan ke 2 bekerja,sampai typus-pun menyerang #MerantauStory9

Bulan ke 2 bekerja,sampai typus-pun menyerang #MerantauStory9

Assalamu'allaikum Wr Wb

Hay.. kali ini aku akan bercerita tentang pengalaman kerjaku di Bulan yang ke 2.
Ya,mungkin sebenarnya ini sudah berlalu cukup lama.. namun tak ada salahnya juga bila ku ceritakan.

Bulan ke 2

Masih tidak menyangka bahwa 1 Bulan sudah ku lewati,dan sekarang adalah hari pertamaku di Bulan ke-2.
Semua terasa berbeda,aku merasa sedikit ringan.. karna aku sudah bisa membeli apa yang aku butuhkan dengan uangku sendiri,tak lagi meminta kepada orang tuaku.
Makan pun tak lagi bingung,kini aku sudah bisa membeli makan dengan kenyang tanpa khawatir akan apapun,tanpa takut esok tak bisa makan.

Beng-beng dan makanan favoritku

Jajan favoritku tak pernah berubah,beng-beng tetap menjadi jajanan yang ku beli setiap aku selesai makan siang.
Hanya bedanya kalau dulu aku membeli 1 beng-beng setiap selesai makan siang,dan mentok paling banyak 2 ... sekarang aku sudah bisa membeli 3 beng-beng sekaligus setelah makan siang. Wkwkw sungguh perubahan yang sangat unfaedah.

Makanan favoritku untuk sarapan,makan siang hingga makan malam pun masih sama,mulai dari warteg dekat kantorku,warung nasi ayam/lamongan/pecel lele depan kelurahan karangwangkal,warung pecel lele dekat kostku,nasi goreng dekat kostku dan mie ayam depan minimarker Swalayanmu.. yang terletak di sebrang kostku.

Karna bagiku asal makanan itu "aman",enak dan mengeyangkan.. itu sudah cukup bagiku.
Tak perlu makanan yang mahal ataupun makan di tempat bergengsi. Lebih baik makan sederhana tapi lidah kita cocok,makan kita lahap dan perut kita kenyang.

Seperti kata CEO Penulis.id dalam video Youtube RadityaDika, "Lebih baik saya makan di tempat seperti ini (warteg) tapi lidah saya cocok,daripada makan di tempat mahal tp saya tidak suka. Karna esensinya kan yang penting kita "KAYA" bukan "TERLIHAT KAYA".

Tak ingin boros

Walau aku sudah mempunyai uang sendiri namun aku tetap tak ingin untuk berboros-borosan,aku adalah aku.. yang tak peduli seperti apa pandangan orang padaku,aku tetap pergi ke tempat makan yang biasa ku datangi.

Aku tetap membeli apa yang lebih aku butuhkan daripada aku inginkan,aku tetap berusaha agar bisa sehemat mungkin,aku tahu rasanya kerja keras mencari uang.. sehingga aku tak mudah membuang uangku begitu saja,aku tumbuh dan besar dari keluarga yang tak memandang rendah setiap nilai kecil dari uang,bagi kami walau hanya seratus rupiah yang kadang diremehkan orang.. itu tetaplah sebuah uang.

Aku lebih senang memiliki teman yang kini ada di sekitarku,mereka yang mengerti hidupku bukan hanya dari pandangan mata mereka.. namun juga dari pandanganku,mereka yang bersamaku bukan sekedar materil,status sosial atau apapun itu.

2 Minggu Berlalu

Tak terasa sudah hari ke 14 atau 2 Minggu,itu berarti 2 Minggu lagi tepat 2 Bulan sudah aku bekerja.
Namun entah kenapa beberapa harian ini aku sedikit merasa tak enak badan,tubuhku terasa berat seperti kecapean,sedangkan saat ini pekerjaan sedang cukup longgar.

Sampai satu siang aku merasa sangat tak enak badan,seperti seseorang yang sedang masuk angin.. akupun pergi ke minimarket membeli larutan penyegar panas dalam,sesaat setelah meminum itu aku merasa sedikit baikan,namun menjelang jam pulang kerja aku terduduk lemas di meja kerjaku,badanku panas,kepalaku pusing dan berat,pandanganku mulai terasa tak jelas.

Jam di komputer menunjukan pukul 17.00 WIB,itu tandanya sudah waktunya untuk pulang.. akupun bergegas keluar kantor menuju parkiran,menaiki motorku untuk pulang menuju kost. Oh ya.. satu hal yang masih aku tak mengerti,entah selemas apapun atau sedemam apapun. Bila sudah berada diatas motor apalagi ngebut,badanku terasa sehat hehe.

Setelah melewati jalan kawasan UNSOED akupun melewati daerah Grendeng,dan disinilah peristiwa naas dan menyedihkan terjadi.

Motorku Mogok

Disaat badan sedang tidak karuan,motor ini tiba-tiba saja mogok.. dan anehnya bila ku standar 2 lalu ku nyalakan motoku mau menyala,bila dalam keadaan standby atau tidak di standar sama sekali motorku tidak menyala,dan indikator injeksi terus menyala berkedip.

Hampir 30 menit aku mencoba menyalakan namun hasilnya nihil,dan tiba-tiba gerimis datang.. disaat sedang bigung harus apa,Mas Agung lewat jalan yang sama denganku.. aku pun memanggilnya dan minta tolong padanya dia pun akhirnya ngestep motorku,lalu aku dan Mas Agung pulang ke kost.. kami berhujan-hujanan,aku merasa sangat tidak enak saat itu,namun Mas Agung tetap meyakinkan ku bahwa tadi tak apa-apa sudah sepantasnya saling tolong-menolong.

Jatuh Sakit

Setelah mandi dan kegiatan lainnya aku langsung menuju kamar,membaringkan tubuh diatas kasur sambil berselimut,aku benar-benar merasa tak enak badan.. demam semakin tinggi,dan aku belum makan malam.

Emm ku rasa akan ku lanjutkan di ceritaku yang selanjutnya saja hehe,terimkasih ya sudah membacanya

Wassaamu'allaikum Wr Wb.

0 Response to "Bulan ke 2 bekerja,sampai typus-pun menyerang #MerantauStory9"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel