Gaji pertamaku,dan 1 bulan yang tak terasa #MerantauStory7

Gaji pertamaku, dan 1 bulan yang tak terasa #MerantauStory7

Assalamu'allaikum Wr Wb

Apa kabarmu hari ini? adakah cerita unik atau apapun yang ingin kalian ceritakan?
Aku sendiri punya satu cerita yang sangat ingin ku tuliskan.
Baiklah langsung saja ...

Makan Enak 

Di ceritaku sebelumnya,

Ini : 10 Hari di purwokerto dengan uang 7 ribu #MerantauStory6

Aku menceritakan bahwa selama 7 hari aku hanya makan seadanya,namun ada juga hari dimana aku bisa makan kenyang dan enak,juga ada hari dimana aku sekedar makan mie instan.

Jadi ada satu hari dimana aku tidak langsung makan setelah pulang kerja,aku memilih bersantai sambil streaming youtube.
Membalas pesan singkat dari whatsapp untuk sesekali,juga menikmati segelas kopi.
Setelah beberapa lama,tiba-tiba pintu kostku ada yang membuka,ternyata mas agung sudah pulang,dia pulang cukup awal dari biasanya.

Karna biasanya Mas Agung pulang jam 8 malam,lalu mas agung menghampiriku seraya memberikan satu kantong plastik hitam. "jon.. wis maem rung? kiye nasi nggo maem" kata Mas Agung,dimana artinya "jon udah makan belum? ini nasi buat makan".

Bagi yang belum tahu kenapa mas agung memanggilku "jon" bisa membaca cerita ini : 4 Hari pertama dan 6 Hari selanjutnya #MerantauStory2

Aku tidak tahu harus berkata apa,lagi-lagi mas agung membelikan aku makan,sedangkan aku sendiri masih belum bisa membalas satu kebaikan saja dari mas agung.

Itulah kenapa di cerita yang ini, Hidup sendiri,hadirnya sosok kakak #MerantauStory4

Aku bercerita lumayan banyak tentang Mas Agung.
Dan aku hanya mampu berterimakasih, dan alhamdulillah malam itu aku bisa makan enak dan kenyang.

Pagi Hari

Pagi hari ini aku tidak menjadikan kopi ataupun teh untuk sarapan,tapi mie instan yang harusnya semalam ku jadikan makan malam. Sebab semalam nasi dan ayam goreng yang dibeli mas agung cukup membuatku kenyang.

Sambil sarapan,aku-pun berfikir harus dengan cara apa aku membalas kebaikan mas agung tersebut.
Selesai sarapan aku bersantai sejenak,bermain handphone untuk membalas chat whatsapp.
Tak terasa sudah hampir jam 8 pagi,aku-pun bergegas berangkat kerja.

Makan Siang

Hari ini pekerjaan cukup sedikit,sehingga bisa sedikit bersantai.
Walaupun santai bukan berarti bermalas-malasan.
Aku tetap mencoba mencari satu dua kesibukan,karna aku juga merasa tak enak bila kerja kurang maksimal.

Sampai tak terasa jam istirahat makan siang sudah tiba,aku pergi ke warteg biasa aku makan bersama Gamas, rekan kerjaku.
Sambil makan aku sesekali membalas chat WA,sambil berfikir akan makan apa nanti malam karna aku sudah mulai bosan makan mie instan terus.
Setelah kami rasa sudah cukup istirahatnya,kami-pun kembali ke kantor.

10 Hari ternyata sudah ku lewati. Aku tidak sadar, dan aku tidak menyangkan bahwa ternyata 10 hari yang ku nanti sudah terlewati .
Aku bahkan tak ingat,karna aku tak terlaku memikirkan sudah berapa hari yang ku lewati.
Rutinitas dan tempat yang membuatku nyaman,melenakan aku agar tidak perlu mengeluh, aku merasa semua cukup menyenangkan sehingga aku tak terfikirkan dengan 10 Hari yang sebelumnya ku takutkan.

Bagi kalian pembaca baru yang belum tahu 10 Hari yang ku maksud bisa membaca cerita ini : 10 Hari di Purwokerto dengan uang 7 ribu #MerantauStory6

Ini berawal sejak setelah pulang dari warteg,Gamas bertanya padaku kira-kira kapan kita akan mendapat gaji pertama. Aku sendiri tak terlalu terfikirkan, entah mengapa.. karna memang tujuan awal aku melamar kerja bukan lah uang yang utama.
Aku hanya bosan di rumah, aku bosan dianggap pemalas, aku ingin memiliki kegiatan, dan terlebih lagi aku ingin mencari pengalaman serta mengasah kemampuan.
Aku masih saja tak berfikir hari itu akan gajian, atau bahkan aku tak memikirkannya, yang terngiang di kepalaku hanyalah tentang 10 Hari yang sudah kulewati dengan uang 7 ribu.

Sampai ketika aku sedang di hadapan komputer yang membuatku melamun,Bosku menanyakan kepadaku dan Gamas tanggal berapa kami pertama masuk kerja,dengan di selingi beberapa candaan Bosku memberi bahwa memang hari ini adalah hari gajian kami.

Tidak Fokus

Sejak Bosku berkata,bahkan bercanda tentang gajian sampai akhirnya dia berkata memang hari ini adalah hariku dan gamas mendapat gaji pertama. Pikiranku menjadi campur aduk.
Banyak hal terlintas dipikiranku,aku masih tak percaya bahwa 1 bulan sudah ku lewati.
Dan tak lama lagi keringat lelahku tergantikan,aku masih tak percaya bahwa aku sudah bisa mencari uang sendiri.
Aku tak percaya bahwa aku sudah bisa bekerja,karna pekerjaan yang kujalani tidak terasa seperti beban.
Semua kujalani seakan memang itu semua bagian dari hidupku

Ya.. Hari itu tepat 1 bulan lalu seorang lelaki malang yang selalu diremehkan melamar kerja dan memulai pekerjaannya.
1 Bulan lalu dia mulai menantang kehidupan nyata,dunia dimana orang-orang berkata bahwa hidup itu keras. Dan nyatanya dunia tidak terlalu keras seperti yang mereka katakan bila kamu ikhlas menjalaninya.
1 Bulan lalu dia yakin bahwa kesedihan,dan kesepian hidup sendirian lebih menyakitkan daripada hidup sendirian di perantauan. Dan benar.. semua hal pahit yang kualami sejak kecil sudah membuatku menjadi lelaki kuat.
1 Bulan lalu dia yakin dia butuh uang,namun uang bukan tujuan utamanya. Dan benar.. kini dia telah membuktikannya. Dia senang bukan karna uang yang dia terima, melainkan karna dari uang tersebut dan apresiasi dari Bosnya membuatnya yakin bahwa dia bukanlah sampah .
Dia... dia adalah diriku.

Pulang, Gajian, dan berbincang.

Jam menunjukkan pukul 5 Sore,tiba-tiba Bosku memanggil dari belakang untuk menunggu sebentar.
Dan menyuruh kami menunggu di belakang untuk bersantai. Lumayan lama menunggu akhirnya bosku datang.

Kami berbincang seputar pengalaman selama 1 bulan ini,tentang kemajuan dan kekurangan apa yang kami hadapi.
Tujuan dan langkah kedepannya tentang kami.Serta banyak hal lagi.

Bosku juga memberi nasihat tentang kehidupan,pekerjaan dan hal lainnya. Nasihat yang walau sudah diulang ribuan kalipun aku tak akan bosan mendengarnya.
Nasihat yang membuat kita tetap teguh,jujur dan pantang menyerah.
Nasihat yang membuka mataku bahwa segala kemungkinan bisa terjadi di waktu yang akan datang.

Mudik

Yah, setelah semua selesai.
Aku dan Gamas di perbolehkan untuk pulang.
Sepanjang perjalanan pulang aku berpikiran untuk mentraktir mas agung makan.
Hitung-hitung syukuran gaji pertama.

Tapi ternyata,saat aku baru masuk kost.. Mas Agung juga sampai dikost.
Sambil masuk kost dia memangilku unyuk memberikan aku nasi dan ayam goreng seperti biasa.
Yah.. lagi-lagi gagal. Aku tak jadi mentraktir dia makan hari itu.

Akhirnya aku beres-beres untuk mudik.

Aku rasa cukup untuk cerita kali ini,dan akan ku lanjut di cerita selanjutnya.

Wassalamu'allaikum Wr Wb.

11 Responses to "Gaji pertamaku,dan 1 bulan yang tak terasa #MerantauStory7"

  1. Mas.. tak kasih tau, kalau mau kenyang banyakno makan buah, sedikit makan berat, jangan ngerokok.. hemat bngt itu

    BalasHapus
    Balasan
    1. gk di link aja tuh judul cerita yang di referensikan?
      ini blog mantep juga, ane masukin bookmark ah siap2 ntar sering dikomen wkwkwk

      Hapus
    2. sebenernya kemarin waktu di WP udah di link hehe.. berhubung baru migrate ke blogger lg,terus masih sibuk redesign.. jd belum sempet edit linknya..

      siap gan.. wkwk

      Hapus
  2. Setelah koma (,) spasi bukan? Oya, kenapa 'mas agung' dicetak huruf kecil semua sedangkan huruf depan pada 'Gamas' dicetak kapital?

    Kalau boleh tahu, ini nulis langsung posting atau dibaca ulang dulu sebelumnya?

    Anyway template/desain blognya bagus. Bikin sendiri kah?

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehe. iya masih ada beberapa salah/eror.. soalnya baru migrate dari wordpress self host.. beberapa link di postingan juga mati,atau beberapa tulisan yg di bold malah hilang.. dan tulisan yg ngga di bold malah jd bold.
      ini baru mulai di edit satu satu artikelnya..

      iya design sendiri mas,collabs sama CodePelajar..

      Hapus
  3. Hihihi maju terus gan, keep writing

    BalasHapus

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel