Membahas Poser dalam Fans Bring Me The Horizon di Indonesia
Table of Contents
Membahas Poser dalam Fans Bring Me The Horizon di Indonesia - Kali ini
dirga.id ingin membahas tentang fenomena Poser yang ada di kalangan Fans dan
pecinta karya-karya dari Band Bring Me The Horizon.Poser Bring Me The Horizon Indonesia
BMTH merupakan salah satu band cadas yang terkenal di kalangan anak muda.
Terlebih lagi jaman-jaman MySpace dimana lagu It's Never End mendapatkan peringkat Pertama secara World Wide mengalahkan Justin Bieber yang hanya bisa nangkring di peringkat ke 2.
Band ini pertama kali memulai karir profesional mereka pada tahun 2004, dan merilis album demo pertama mereka yang berjudul The Bedroom Sessions dan di rilis pada tahun 2004.
Materi lagu di album ini cenderung mengarah ke Melodic Deathcore, dari sini mereka mulai di kenal oleh pendengar musik cadas di Inggris bahkan dunia.
Melalui album ini mereka mendapatkan banyak penghargaan walau saat itu usia mereka masih muda, yaitu antara 16-18 tahun.
Namun sudah bisa membuat karya musik bergenre Deathcore dan cukup laris di pasaran.
Poser, Fenomena Fans Palsu BMTH di Indonesia
Berkat kesuksesan tersebut tentu turut membuat band ini memiliki banyak fans khsususnya di kalangan anak muda.
Seiring berjalannya waktu bahkan seakan ada anggapan " kalo mau kenal musik keras dengerin BMTH dulu "
Tentunya ini hanya dikalangan anak muda, khususnya yang akan dianggap "Poser" dalam artikel ini.
Seiring berjalannya waktu, BMTH terus mengubah genre musik mereka.
Bukan hanya sekedar "mendapatkan target pasar yang cuan", mereka merubah genre sedemikian rupa juga karena alasan teknis, keadaan personil serta perkembangan jaman.
Seperti yang kita tahu bahwa sejak Jona Weinhoven keluar, maka gitaris utama dalam band ini hanya tersisa Lee Malia.
Sehingga racikan riff gitar mereka sudah tidak seperti dulu, walau tidak bisa dipungkiri bahwa sampai saat ini pun sebenarnya permainan gitar Lee Malia cukup apik.
Dia tetap menghasilkan riff riff yang cathcy, namun setelah kepergian Jona Weinhoven, tetap saja band ini cukup kehilangan banyak perubahan.
Baca Juga : MV "StereoWall - Alive'" Tembus 3 Juta Views
Lalu Vocal Chord Oliver yang juga "rusak" sehingga tidak memungkinkan dirinya untuk terus-terusan menggunakan teknik vokal scream,growl dan guttural seperti sebelum-sebelumnya.
Perkembangan jaman yang membuat penikmat musik lebih menyukai lagu-lagu bernuansa EDM juga turut mempengaruhi musik-musik yang mereka buat.
Kategori / Jenis - Jenis Poser di Kalangan Fans BMTH
Dengan berbagai perubahan musik dari Bring Me The Horizon disetiap album baru mereka.
Tentu menjadikan munculnya banyak perspektif dan komentar tentang karya-karya terbaru mereka.
Di sisi lain ada sebagian fans yang menganggap karya-karya terbaru mereka sampah, yang terbaik hanya saat masih Deathcore dan Metalcore, atau biasa ada yang menyebut bahwa album Sempiternal merupakan Album terkhir BMTH yang masih "bagus".
Sedangkan di sisi lain ada fans yang lebib menyukai gaya baru BMTH mulai dari album That's The Spirit hingga Amo.
Biasanya mereka akan mengajak fans lama dengan mengatakan " Ayolah hargai karya baru mereka, yang lama dan yang baru sama-sama enak, namanya perkembangan jaman dan butuh duit blablabla "
Fans lama menganggap fans baru sebagai poser karena hanya menyukai karya baru dari Bring Me The Horizon.
Sementara Fans baru menganggap fans lama sebagai poser karena tidak bisa menerima perubahan dari band ini.
Di sisi lain ada juga yang berkata " Gua suka semua karya lama dan karya baru mereka ", dan merasa sebagai fans paling loyal.
Tapi apakah mereka benar seperti itu? Siapakah yang Poser sebenarnya?
Berikut ini jenis-jenis Poser yang sering ditemukan di kalangan Fans Bring Me The Horizon Indonesia :
1. Ngaku-ngaku Fans Lama dan Suka BMTH versi dulu
Paling pertama yang sering ditemui adaah mereka-mereka yang banyak mengaku sebagai Fans BMTH versi Lama.
Sebenarnya konotasi "Fans Lama" bukan berarti mereka benar-benar menyukai Bring Me The Horizon sejak awal karirnya, namun lebih mengarah ke " Mengenal Bring Me The Horizon dari lagu-lagu Deathcore nya "
Nah sayangnya, terkadang ada Poser-poser yang ngaku bahwa mereka Fans Lama BMTH dan merasa kecewa dengan karya-karya terbarunya.
Selalu membanding-bandingkan " Wah dulu metalcore parah, metal lah pokoknya, scream-scream ngga kaya sekarang "
Atau ungkapan kerinduan " Kangen Jaman BMTH masih Deathcore/Metalcore " disertai foto Personil Bring Me The Horizon pada jaman album Sempiternal, dimana sudah tidak terlalu Metalcore namun sudah lebih ke arah Post-Harcore.
Lalu kenapa mereka bisa di katakan sebagai Poser? Apa indikasinya?
Pertama, mereka berkata bahwa mereka merindukan jaman-jaman BMTH Deathcore atau minimal Metalcore.
Padahal kenyataannya mereka tidak pernah benar-benar mendengarkan dan menyukai album BMTH yang pure dengan nuansa Deathcore dan Metalcore yang terdapat di album The Bedroom Sessions, Count Your Blessing, Sucide Seasons dan There is A Hell Believe Me I've Seen It. There is A Heavin Let's Keep It A Secret.
Karena nuansa Deathcore dan Metalcore yang dibawa oleh Bring Me The Horizon lebih terasa di 4 Album pertama mereka tersebut.
Dan mereka para Poser sebenarnya hanya mendengarkan beberapa lagu dari Album Sempiternal, itupun hanya yang benar-benar populer seperti Sleepwalking ataupun Shadow Moses.
Hanya karena menggunakan scream, para poser menganggap bahwa 2 lagu ini yang sering disebut oleh fans lama bahwa BMTH sebenarnya memainkan lagu Deathcore serta Metalcore.
Para poser menganggap bahwa lagu ini menggunakan Scream maka bisa dijadikan sample bahwa mereka sudah pernah mendengarkan materi-materi lama dari BMTH.
Padahal pada album Sempiternal sendiri secara keseluruhan materi lagu sudah mulai mengarah ke Post-Hardcore, Vokal Oliver sudah mulai terlihat tidak sebaik dulu, serta secara instrumen juga sudah mulai simpel.
Oleh karena itu bagi sebagian orang album ini cenderung merujuk ke Generic Metalcore atau malah Post-Hardcore.
Itulah mengapa sangat mudah untuk mengetahui seorang Fans BMTH apakah hanya Poser atau bukan, mereka berkata bahwa mereka merindukan materi lama BMTH di saat masih Deathcore ataupun Metalcore tapi yang mereka dengarkan hanya Sleepwalking dan Shadow Moses dimana keduanya lebih kental nuansa Post-Hardcore.
Ibarat bilang " Gua suka paling suka Wisata Jogja itu Candi Borobudur, jadi pengen ke sana lagi " padahal Candi Borobudur sendiri terletak di Magelang, Jawa Tengah.
Dan saat ke Jogja pun sebenarnya mereka hanya mampir di Malioboro.
2. Ngaku Suka Semua Karya Lama dan Baru BMTH
Kedua, adalah orang-orang yang sering bilang " Bring Me The Horizon versi Lama ataupun Baru gua bakalan tetep suka , jadi fans harus selalu support "
Disisi lain ungkapan berikut memang tidaklah salah, karena memang seperti inilah sikap seorang fans dalam menanggapi perkembangan musisi/idola mereka, selama itu positif maka harus di dukung.
Sayangnya hal ini kebanyakan di katakan oleh fans-fans BMTH yang hanya mendengarkan Album Thats The Spirit dan album setelahnya.
Mereka mendengarkan materi lama pun hanya sebatas Sempiternal dengan lagu populernya seperti Shadow Moses atau Sleepwalking, seperti yang saya sebutkan di kategori poser pertama diatas.
Poser ini tidak benar-benar menyukai lagu-lagu lama dari band tersebut, bahkan mereka hanya mendengarkan lagu-lagu baru yang sudah cenderung soft dan poppy.
Dan ungkapan-ungkapan yang senada dengan " Gua tetep suka lagu BMTH yang lama sama yang Baru " hanya mereka jadikan sebagai alibi bahwa seakan-akan mereka benar-benar menyukai karya-karya Bring Me The Horizon dari masa ke masa.
Hal-hal ini lah yang justru "merugikan" fans-fans BMTH yang benar-benar mendengarkan lagu-lagu lama dan baru.
Akibat banyaknya Poser yang beropini seperti diatas, justru membuat para fans lama yang benar-benar mendengarkan dan menyukai Bring Me The Horizon terdengar seperti membual.
Sebab sudah lebih banyak yang mengaku-ngaku melakukan hal tersebut.
Gambarannya seperti saat kita kecil dulu, kita bercerita " Kemarin aku ke Bandung, disana aku liat ada badut bisa naik sepeda roda satu sambil mainan bola "
Baca Juga : Daftar Lengkap Lagu dan Album Revenge The Fate
Lalu teman kalian ada yang ngga mau kalah dan berkata " Aku malah liat badut yang bisa makan cabe 10 kilo "
Dan teman-teman yang lain ikut memberi pernyataan seakan mereka juga mengalami hal-hal yang lebih unik, padahal mereka belum pernah ke Bandung.
Ya, mereka semua hanya membual, walau kamu mengatakan hal sejujurnya tapi karena sudah ada banyak orang yang membual dan memiliki tema yang sama yaitu " Liburan di Bandung " ,akhirnya pengalaman yang kamu ceritakan juga dianggap hanya sekedar bualan.
3. Cuma Dengerin Satu-Dua Lagu
Selanjutnya adalah jenis poser yang cuma dengerin lagu-lagu tertentu dari BMTH atau lagu yang sedang populer saja, namun mengaku sudah pernah mendengarkan semua karya-karya dari Bring Me The Horizon.
Biasanya mereka berawal dari mendengarkan lagu dari Album Thats The Spirit tapi hanya sebatas Drown yang memang easy-listening dan banyak di cover oleh musisi.
Lalu berlagak seperti menyukai semua lagu Bring Me The Horizon, lalu merasa paling vokal menyuarakan agar orang-orang menerima perubahan musik dari band ini.
Padahal mereka sendiri tidak mendengarkan lagu-lagu barunya, hanya sekilas melihatnya di YouTube, atau terbawa hype karena banyak yang membahas dan membuat reaksi untuk album baru BMTH.
4. Kalangan Wibu Gamer dan Anak Warnet Sok Metal
Nah ke empat ada salah satu Poser, yang biasanya paling getol ngaku-ngaku sebagai fans BMTH di komentar YouTube, Forum atau Grup Facebook.
Bukan menghina komunitas tertentu, tapi pasti ada diantara kalian yang punya temen tiba-tiba suka metal dan biasanya salah satu band yang mereka dengerin itu Bring Me The Horizon.
Atau mungkin iru kalian sendiri? Biasanya mereka adalah anak-anak warnet, gamer atau Wibu yang termotivasi " Gua juga bisa jadi laki kok "
Karena stereotype bahwa orang-orang dengan hobi seperti mereka sering dianggap "kurang laki" oleh lingkungan sekitar atau teman sebaya nya.
Alhasil mereka mencoba membuktikan tingkat kelaki-lakiannya dengan cara mendengarkan musik rock, metal dan sejenisnya.
Nah salah satu band yang menjadi rujukan adalah BMTH, tapi biasanya mereka hanya mendengarkan lagu -lagu BMTH yang ada nuansa Electro/EDM.
Bahkan untuk album Sempiternal bagia mereka dianggap sudah terlalu metal.
Biasanya mereka juga berlagak menyukai band seperti Asking Alexandria namun hanya mendengarkan Final Episode dan Avenge Sevenfold namun hanya mendengarkan Dear God, So Far Away atau lagu populer lainnya.
Ya bisa dibilang playlist yang akan mereka banggakan " Nih gua biasa dengerin lagu-lagu yang ini " cuma itu-itu saja, band dan lagu rock/metal/punk mainstream yang sering muncul di rekomendasi YouTube.
Dan tipe ini biasanya berujung menyukai Fallilv aka Fear And Loating in Las Vegas
Tak lain dan tak bukan ya karena mereka band asal Jepang dan nuansa musiknya khas soundtrack anime, dan karena menggunakan scream jadi rata-rata poser ini sudah cukup metal jika menyukai Falilv.
5. Ngga suka Metal dan ngga dengerin BMTH sama sekali
Terakhir adalah mereka yang sama sekali tidak suka metal dan tidak mendengarkan Bring Me The Horizon sama sekali.
Mereka biasanya aktif di grup-grup Facebook namun hanya sekedar ajang "gua sebenernya suka musik cadas loh"
Ketika di tanya band-band apa saja yang disukai biasanya jawabannya mainstream, BMTH , AA, a7x sejenisnya yang sering muncul.
Kalau bahas yang agak old school baru Nirvana, Metalica, Megadeth, Slayer, GNR dan band lainnya yang sudah mainstream di bicarakan dalam forum diskusi maupun grup Facebook.
Selain itu biasanya mereka juga sok berkata " iya gua kangen BMTH yang dulu maish cadas, metal, ngga kaya sekarang yang malahan jadi band Pop "
Padahal sama seperti Poser lainnya, mereka mentok dengerin Sleepwalking dan Shadow Moses.
Apakah BMTH Metal?
Baca Juga : Killing Me Inside - Sejarah Hingga KILMS dan Re:Union
Nah ini sering ada salah paham, banyak Poser yang menganggap BMTH Metal sedangkan sejatinya tidak.
Dan ketika di jelakan mereka akan akan mengjin dengan argumen :
" Halah elitist "
" Musik mah di dengerin aja asal enak "
" ngga usah dibeda bedain"
Hey!! Anaconda!! Poinnya buka elitist atau beda-bedain musik, ibarat mau naik Kereta dari Jakarta ke Bandung ya lu harus tau mana kerta yang bener.
Masa mau ke bandung naiknya Kereta jurusan Banten.
Bring Me The Horizon itu secara garis besar membawakan genre Deathcore, Metalcore dan Post-Hardcore.
Post-Hardcore adalah nama untuk genre musik yang lahir setelah munculnya Hardcore atau musik yang terinfluence dan memiliki root dari Hardcore, maka sudah jelas Sub Genre dari Hardcore.
Metalcore merupakan perkembangan dari Post-Hardcore, yaitu sub-genre musik baru dari Hardcore yang sudah terinfluence metal, sehingga nama aslinya Metallic-Hardcore namun sering di singkat Metalcore.
Sementara Deathcore merupakan genre musik yang berasal dari Fusion Metalcore dengan Deathmetal, alias musik Metalcore yang terinfluence gaya bermain dari Death Metal alhasil lahirlah Deathcore.
Dan pada dasarnya ketiga genre tersebut merupakan Sub-Genre daro Hardcore, sedangkan Hardcore sendiri merupakan Sub-genre dari PUNK.
Itulah kenapa nama asli Hardcore adalah Hardcore Punk.